Pada hari Sabtu dan Minggu, 12-13 oktober 2019 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Geografi telah melaksanakan salah satu progam kerja inti yaitu Pengabdian Masyarakat (PENGMAS) atau Geotion Mengabdi di Dusun Suruhan, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar dengan tema “Pelatihan Bencana Untuk Meningkatkan Pengetahuan Kebencanaan Masyarakat Dusun Suruhan Dayu”. Rombongan dari UMS berangkat menuju lokasi pada Jumat sore guna mempersiapkan acara keesokan harinya.

Rangkaian acara hari pertama antara lain sosialisai mitigasi bencana kepada masyarakat sekitar, simulasi bencana, lomba anak-anak, dan kajian akbar. Untuk Sosialisasi dan simulasi bencana HMP bekerjasama dengan BPBD Karanganyar yang menyambut baik sekaligus berterimakasih kepada kami karena dari pihak BPBD ingin menyelenggarakan hal serupa tetapi belum terwujud sehingga dalam kegiatan kami ini BPBD Karanganyar dapat merealisasikannya karena di desa ini memang pengetahuan mengenai kebencanaannya masih rendah. Sore hari kami mengadakan lomba untuk anak-anak yang hadiahnya berupa alat tulis yang harapanya dapat berguna bagi mereka. Lomba terdiri dari estafet bola, kursi goyang, dan yang terakhir lomba makan krupuk. Anak-anak antusias mengikuti lomba karena mereka senang dengan kehadiran kami disana yang sebelumnya desa tersebut memang sepi dari keramaian.  Setelah lomba berakhir kami bergegas untuk menyiapkan acara selanjutnya yaitu kajian akbar yang diselenggarakan di masjid setempat. Kajian akbar dimulai ba’da isya sampai pukul 20.30 WIB. Serangkaian acara pada hari pertama belum berakhir, kami melanjutkannya dengan briefing untuk menyukseskan kegiatan dihari kedua dan mensortir baju yang akan dijual pada keesokan harinya dalam acara pasar murah.

Adzan subuh mengingatkan kami untuk segera mempersiapkan diri dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Tim dapur segera bergegas ke pasar untuk membeli keperluan yang akan dimasak sedangkan yang lain fokus pada inti acara. Pukul 07.00 WIB kami mulai mempersiapkan pasar murah dan pengobatan gratis. Pengobatan gratis kami bekerjasama dengan tim dari Puskesmas Gondangrejo yang dengan senang hati ikut berpartisipasi untuk mensukseskan acara kami. Warga setempat cenderung lebih tertarik dengan pasar murah yang kami adakan karena harganya memang terjangkau mulai dari 1000, 3000, 5000, dan 7000. Sembari antri untuk pengobatan gratis warga berbondong-bondong menuju stand kami untuk memborong pakaian yang dijual. Mereka sangat antusias dan mengaku senang atas kedatangan kami. Acara pengmas tahun ini ditutup dengan kegiatan pembagian sembako gratis pada seluruh warga setempat, tetapi belum berakhir sampai disitu. Sebelum pulang kami berpamitan kepada Pak Tarno dan Bu Tarno selaku tuan rumah (Pak RT) yang sudah membantu kami dari persiapan awal hingga akhirnya kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Tanpa adanya campur tangan dari beliau mungkin acara kami tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Kami memberi kenang-kenangan kepada Pak Tarno berupa vandel yang memang tidak seberapa harganya dan tidak lupa kami foto bersama dengan mereka.

Pamit kami menggoreskan kisah haru yang diiringi dengan tangisan kami. Beliau juga merasa bersedih karena kami harus pulang, mereka merasa kesepian karena memang tinggal berdua saja dirumah. Dengan berat hati kami harus meninggalkan Desa Dayu yang telah mengajarkan kami arti kehidupan sekaligus arti berbagi dalam dua hari terakhir. Semoga dengan adanya acara pengmas ini kami dapat menjadi manusia-manusia yang lebih baik untuk kedepannya dan berani untuk berproses. Semoga desa dayu dapat berkembang seperti desa lain. Sampai jumpa di pengmas tahun depan.

 

Tags: , , , ,