Gerhana matahari merupakan salah satu peristiwa langka yang terjadi di suatu wilayah. Fenomena gerhana dapat terjadi lagi pada suatu wilayah dalam kurun waktu yang lama. Gerhana Matahari Total yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2019 merupakan gerhana matahari yang dapat diamati dari wilayah Indonesia. Gerhana Matahari total hanya dapat dilihat oleh daerah yang dilewati oleh jalur Gerhana Matahari Total. Kota Surakarta merupakan daerah di Indonesia yang tidak dapat menikmati gerhana atahari secara total atau hanya menikmati gerhana matahari sebagian. Walaupun, hanya dapat menikmati gerhana matahari sebagian akan tetapi tutupan bulan terhadap piringan matahari cukup besar (>80%) jadi akan terjadi pengurangan intensitas (peredupan) cahaya matahari pada saat puncak gerhana.

Program Studi Pendidikan Geografi UMS memiliki Laboratorium Kosmografi yang bertujuan untuk mengamati benda luar angkasa termasuk fenomena Gerhana Matahari 26 Desember 2019. Teleskop yang dipakai dalam pengamatan ini adalah Teleskop Skywatcher jenis Reflektor dengan diameter 30 cm dan panjang fokus 1800 mm. Teleskop juga dilengkapi dengan filter matahari karena dilarang keras mengamati matahari secara langsung apalagi menggunakan teleskop, oleh karena itu pengamatan matahari dengan menggunakan teleskop harus dilakukan secara sangat hati-hati.

Kontak pertama terjadi pada pukul 10.45 dan pengurangan intensitas cahaya belum terlihat. Puncak gerhana terjadi pada pukul 12.15 dimana pengurangan intensitas terjadi paling besar sehingga cahaya matahari terlihat sangat redup. Peristiwa gerhana matahari di foto dengan menggunakan kamera Nikon D700. Mahasiswa mengamati gerhana dengan antusias karena pengamatan gerhana dengan menggunakan teleskop adalah kesempatan langka. Diharapkan dengan adanya pengamatan gerhana matahari secara langsung dapat menambah keimanan dan pengetahuan mahasiswa tentang gerak benda langit.