PLP2KKNdik

Kegiatan PLP2KKNDik yang berada diabawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univeritas Muhammadiyah Surakarta yang berisikan kegiatan mengajar dan mengabdi tehadap sekolah sesuai tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah menegah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) selain itu juga memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam kurun waktu 30 hari telah terlaksana pada tahun lalu dan akan dilaksanakan pada tahun ini 2018, dan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya.

PL2KKNDik memiliki dua jenis destinasi yaitu luar jawa dan luar negri. Luar jawa terdiri dari Medan, Bangka, Belitung, Makassar, Kendari, Palu, Mataram, Sorong dan Lombok. Adapun detinasi luar negri yaitu Malaysia, Thailand, dan Perbatasan Malaysia dan Thailand. Untuk destinasi ini penulis ditempatkan di Malaysia yang dianaungi oleh Univeristas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) kemudian dikoordinasikan tehadap sekolah-sekolah yang memiliki mitra kerja sama terahadap UPSI. Sekolah yang menjadi mitra kerja UPSI yang diberikan pada penulis dengan disiplin ilmu pendidikan geografi dibagi menjadi dua sekolah diantarnya Sekolah Menengah Kebangsaan Agama Slim River, dan SMK Metodist.

SMKA SLIM RIVER

Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA) Slim River merupakan salah satu sekolah berbasis keislaman yang terletak di wilayah Perak, Tanjung Malim Malaysia. Sekolah yang berjumlah 500 siswa termasuk laki-laki dan perempuan ini memiliki kegiatan atau aktivitas yang padat dimulai pada pukul 06.00 – 03.00 MST. Kendati demikian, siswa maupun siswi memiliki menjunjung tinggi nilai kesopanan dan rasa hormat terhadap guru, orang yang lebih tua dan sikap saling toleransi yang telah dibudidayakan oleh sekolah tersebut. Berbeda dengan Indonesia yang terdiri dari TK, SD, SMP, SMA di Malaysia terbagi menjadi pendididikan prasekolah (Tadika), pendidikan rendah, sama halnya SD di Indonesia, pendidikan Rendah di Malaysia ditempuh selama 6 tahun pada usia 7 hingga 12 tahun. Pendidikan rendah dibagi menjadi dua yaitu sekolah menengah kebangsaan dan sekolah jenis kebangsaan. Dan yang terakhir yaitu pendidikan menegah bila diIndonesia setara dengan SMP (tinkatan 1,2,dan 3)-SMA(tingkatan 4dan 5) salah satu pendidikan menengah yaitu SMKA Slim River.

 

Sekolah Menengah Kebangsaan Slim River

Siswa belajar didalam kelas dan tepat waktu

Pembelajaran dalam kelas sudah dibentuk
Grup belajar yang terpisah antara laki-laki dan perempuan

 

Kegiatan SMKA Slim River yang mewajibkan seluruh siswanya untuk tinggal diasrama dan berlandaskan agama sehingga membentuk karakter siswa yang tangguh, disiplin, berwawasan global serta menjunjung tinggi nilai agama hal ini dapat dilihat dari siswa yang disiplin khusunsya dalam berbagai kegiatan seperti solat, perkumpulan yang dilaksanakan setiap pagi menjelang masuk sekolah tanpa ada yang memerintah melainkan berasal dari diri masing-masing siswa.

Sholat dan perkumpulan siswa di SMKA Slim River

Selain pembelajran didalam kelas, juga terdapat kegiatan diluar kelas seperti pembuatan taman hijau menuju sekolah hijau meskipun sekolah tersebut masuk kategori sekolah hijau namun tetap meningkatakan kinerjanya, gotong royong, kegiatan ekstrakulikuler seperti sepak bola, futsal, basket, persiapan lomba debat bahasa inggris maupun bahasa arab, serta berbagai kegiatan yang dapat menambah wawasan dan perkembangan siswa.

Satu penghijauan sekolah

Interaksi penulis dan siswa diluar jam sekolah (asrama)

Kegiatan gotong royong siswa dan ikut serta penulis setelah pembelajaran dalam kelas

SMKA Slim River memilki serangkaian kegiatan yang padat dan diterpakan disetiap harinya. Sama halnya dengan sekolah pesantren diindonesia yang memiliki berbagai jadwal dan aktivitas disetiap minggunya. Sehingga jadwal pembelajaran terkadang harus lebih ekstra dalam pembelajaran karenanya siswa yang berpartisipasi dalam perlombaan antar sekolah maupun sampai pada tingkat kerajaan. Meskipun demikian, siswa memilki waktu libur yang terbilang tercukupi hal in dapat berlaku pada adanya acara perayaan seperti hari kebangsaan, dan hari-hari yang bersejarah lainnya. Siswa tidak diperbolehan untuk membawa alat elektronik khusunya handphone. Karena telah disediakan oleh pihak asrama yang bertanggung jawab terhadap berbagai keperluan siswa. Setiap hari minggu banyak orang tua yang mengunjungi anaknya yang berasal dari berbagai kalangan. Padatnya aktivitas yang dimiliki siswa dapat menciptakan individu yang kreatif dan disiplin serta berwawasan luar. Siswa menjalankan kewajibannya sebagai peserta didik dengan baik tanpa merasa terganggu, dilengkapi fasilitas makanan dengn gizi empat sehat lima sempurna diharapkan mampu mencetak generasi yang tangguh, cerdas, beriman dan berdaya saing global.

SMK METODIST

SMK Metodist merupakan salah satu sekolah menengah kebangsaan yang terletak di Tanjung Malim, Perak. Berbeda dengan sekolah pada pembahasan sebelumnya yang berbasis keagamaan dan mayoritas siswanya muslim SMK Metodist memilki siswa yang berasal dari beranekaragam jenis suku cina, india, kristen, dan pendudu asli melayu. SMK Metodist menerapkan sistem sekolah pagi dan petang. Karena mayoritas siswanya memilki kepercayaan yang berbeda-beda oleh sebab itu sebelum masuk masuk kelas masing-masing siwa masuk keruangan untuk berdoa sesuai kepercayaan yang dianut siswa sebelum pelajaran dimulai.

SMK Metodist, Tanjug Malim, Perak

Kegiatan yang diterapkan oleh SMK Metodist selain pembelajaran didalam kelas juga terdapat aktivitas co-curicculum yang merangsang daya kerja dan kreativitas siswa pada masing-masing bidang yang mereka kuasai. Siswa yang menggunakan banyak bahasa melayu, inggris, cina, hindi dalam interaksi disetiap hari satu sama lainnya memberikan keunikan dan ciri khas tertentu terhadap image sekolah yang memilki standar sekolah dalam katagori baik dengan mendapatkan berbagai penghargaan dan banyaknya siswa yang berpartisipisasi dalam berbagai acara yang diadakan tingkat sekolah maupun antarbangsa dalam bahasa indonesia luar negri.

Penulis juga ikut berpartisipasi pada berabagai pelaksanaan yang diadakan disekolah tidak hanya didalam kelas, maupun diluar kelas. Interaksi antara penulis dan siswa sehingga memberikan wawasan baru khususnya terhadap perbedaan budaya yang juga dapat diterapkan disekolah terebut. Aktivitas pembelajaran yang padat menjadikan siswa memanfaatkan waktu sebaik mungkin, kompetesi antar siswa sangat tinggi baik pada bidang akademik maupun non akademik. Selain memberikan pembelajaran didalam kelas, penulis juga berpartisipasi terhadap seluruh kegiatan disekolah dalam sehingga diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap siswa untuk lebih berkembang dan memiliki pengetahuan yang luas dan memiliki budi peerti yang luhur.

Pembelajaran yang berlangsung didalam dan diluar kelas