KLATEN – Kabupaten Klaten merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah akibat bencana gempa bumi 27 Mei 2006. Gempa yang berpusat di Kabupaten Bantul bagian timur tersebut menimbulkan efek yang cukup parah di DIY dan Jawa Tengah. Di Kabupaten Klaten sendiri terdapat 1.041 korban jiwa dan 18.127 korban luka-luka. Ribuan rumah dan fasilitas umum hancur dan menyebabkan ratusan ribu jiwa mengungsi. Banyak warga yang mengalami trauma akibat bencana tersebut. Secara geologis, Kabupaten Klaten memang merupakan daerah rawan gempa karena lokasinya yang berdekatan dengan Sesar Opak yang menjadi pusat gempa Mei 2006. Sesar Opak termasuk dalam jenis sesar geser. Dugaan adanya Sesar Dengkeng yang berarah barat-timur yang memiliki peran signifikan pada gempa 2006 yang menyebabkan masifnya kerusakan di Kecamatan Gantiwarno, Bayat, Wedi, Trucuk, dan Cawas. Kabupaten Klaten yang merupakan daerah endapan merapi muda memperparah keadaan karena endapan muda menyebabkan amplifikasi gelombang gempa, sehingga gempa dirasakan lebih kuat dibanding daerah yang memiliki batuan dasar keras. Gempa bumi memiliki waktu perulangan, namun periode perulangan yang lama bahkan antar generasi menyebabkan kewaspadaan terhadap bencana gempa yang sewaktu-waktu terjadi dapat terlupakan.

Nasyiatul Aisyiyah (NA) merupakan Organisasi Otonom (Ortom) dibawah Persyarikatan Muhammadiyah yang beranggotakan remaja putri. Perempuan dipandang sebagai kelompok rentan karena peremapuan banyak menghabiskan waktunya didalam rumah. Sebagian besar korban jiwa akibat gempa dikarenakan tertimpa runtuhan bangunan. Anggota NA yang masih muda diharapkan dapat menerima informasi yang berkaitan dengan gempa dan dapat diteruskan ke keluarga, saudara, maupun komunitas,

Pada hari Minggu, 11 November 2018, Dosen Pendidikan Geografi FKIP UMS yang dibantu oleh mahasiswa melakukan pengabdian di Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Klaten Selatan. Pengabdian tersebut dihadiri oleh 110 anggota PCNA Klaten Selatan, perwakilan anggota PCNA yang terdampak gempa bumi 2006, dan perwakilan Kokam. Kegiatan pengabdian tersebut berbentuk sosialisasi terhadap bencana gempa bumi dengan tema “Mewujudkan Masyarakat Tangguh Bencana Gempa Bumi di PCNA Klaten Selatan”. Dosen yang ikut menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Wahyu Widiyatmoko, S.Pd., M.Sc., Ratih Puspita Dewi, S.Pd., M.Pd., Yunus Aris Wibowo., S,Pd., M.Sc., dan Siti Hadiyati Nur Hafida., S. Pd., M.Sc. Masing-masing dosen menjadi pemateri dengan judul yang berbeda-beda, namun saling terintegrasi. Judul yang sampaikan dalam sosialisasi tersebut antara lain: Pengetahuan bencana gempa bumi, kerawanan bencana gempa bumi di Kabupaten Klaten, kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, modal sosial dalam menghadapi bencana, dan peran perempuan pasca terjadinya bencana.