headerphoto

LAPORAN PENELITIAN 2005 "MIGRASI MASYARAKAT DESA TEGALOMBO SRAGEN (Kajian Migrasi Sirkuler dari

Minggu, 18 Agustus 2013 06:21:42 - oleh : admin

 

MIGRASI MASYRAKAT DESA TEGALOMBO SRAGEN (Kajian Migrasi Sirkulerdari Perspektif Fenomenologi)

 

TJIPTO SUBADI

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta         

Jl. A. Yani. Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta                                                                           

Email: tjiptosubadi@yahoo.com

 

ABSTRAK

 

Secara umum penelitian ini bertujuan memahami fenomena boro sebagai mobilitas penduduk dan gejala sosial dari proses dan makna yang dilihat sebagai realitas subjektif. Sedangkan secara khusus bertujuan (1) memahami dan memperoleh pengetahuan sosial yang sistematis mengenai; alasan yang mendasari tindakan mereka melakukan boro, konstruksi sosial proses boro dan maknanya sebagai mobilitas penduduk dan gejala sosial oleh pelaku boro itu sendiri (2) memodifikasi teori migrasi kuanlitatif Averett S. Lee sebagai realitas objektif menjadi teori migrasi kualitatif sebagai realitas subjektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada analisis pemahaman dan pemaknaan, paradigmanya definisi sosial yang bergerak pada kajian mikro. Metode analisis data menggunakan first order understanding yakni meminta peneliti aliran ini menanyakan kepada subjek penelitian guna mendapatkan penjelasan yang benar, informasi inilah yang disebut eksternalisasi menurut pemahaman Berger. Selanjutnya peneliti melakukan second order understanding yakni peneliti memberikan interpretasi terhadap interpretasi subjek penelitian guna memperoleh suatu makna baru mengenai alasan yang mendasari tindakan mereka melakukan boro, konstruksi sosial proses boro dan maknanya, informasi inilah yang disebut objektivasi menurut pemahaman Berger. Penelitian ini menghasilakan temuan; (1) boro dilakukan oleh kelompok masyarakat kuli setengah kenceng, boro ini memiliki konstruksi sosial yang beragam berkaitan dengan alasan yang mendasari tindakan mereka melakukan boro. Pada satu sisi boro bertindak karena alasan ekonomi, pada sisi lain boro bertindak karena alasan non ekonomi, mereka melakukan boro karena kesadaran jaringan sosial dan kesadaran jaminan sosial. (2) Proses boro menganut sistem siklus dan hubungan sepesukuan. Boro memiliki banyak makna, selain makna ekonomi boro juga memiliki makna non-ekonomi seperti; makna kesadaran jaringan sosial dan kesadaran jaminan sosial, kesadaran religiusitas, makna kesadaran ilmu pengetahuan dan status sosial. (3) Boro untuk memperbaiki kondisi perekonomian keluarga menunjukkan makna ekonomi dalam boro, sedangkan boro karena keyakinan agama menunjukkan makna kesadaran religiusitas dalam boro, boro karena hubungan kekerabatan antara boro lama dengan boro baru menunjukkan makna kesadaran jaringan sosial dalam boro, dan boro karena pertimbangan keamanan dan kesehatan keluarga yang ditinggalkan menunjukkan makna kesadaran jaminan sosial dalam boro. boro ingin mencari pengalaman menunjukkan makna kesadaran ilmu pengetahuan dan status sosial dalam boro.
,

Keywoeds : Boro, migrasi, banyak makna, first and order understanding,.

 

Full text tersedia bagi yang memerlukan. Bagi pengunjung yang memerlukan full-text artikel ini dapat mengirimkan permohonan melalui tjiptosubadi@yahoo.com dengan menyertakan biodata dan Bisa di Unduh di Web:

http://http://www.tjiptosubadi.com/?p=311/

 

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Laporan Penelitian" Lainnya