Senin, 7 Juli 2025 — Program Studi Pendidikan Geografi menyelenggarakan kuliah umum bertema “Visualizing Geographic Realities: Peran Sketsa dalam Penelitian dan Pendidikan Geografi”, yang menghadirkan narasumber Hendy Fatchurohman, S.Si., M.Sc (Ph.D. Candidate di Coastal and Estuarine Unit, Dept. of Geography, University College London, UK dan Dosen Department of Earth Technology, Vocational College, UGM Yogyakarta). Acara ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting pada pukul 13.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh peserta yang terdiri dari guru, dosen, serta mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP UMS.
Dalam paparannya, Hendy Fatchurohman membahas secara mendalam bagaimana teknik sketsa dapat menjadi alat visual yang efektif dalam memahami dan mengkomunikasikan realitas geografis. Ia menekankan pentingnya sketsa sebagai metode eksploratif dan reflektif dalam kegiatan penelitian lapangan maupun proses pembelajaran di kelas.
“Sketsa bukan hanya soal menggambar, tetapi tentang bagaimana kita menangkap esensi dari sebuah tempat, ruang, dan dinamika geografis di dalamnya,” ujar Hendy dalam sesi pemaparannya. Ia juga memaparkan berbagai contoh penggunaan sketsa dalam studi geografi, mulai dari pengamatan lanskap hingga interpretasi spasial fenomena sosial.

Sketsa karya Hendy Fatchurohman, S.Si., M.Sc.
Kuliah umum ini juga menjadi ajang diskusi interaktif, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait metodologi penggunaan sketsa, pengintegrasian dalam kurikulum, hingga tantangan dalam penerapannya di lapangan.
Dengan acara ini diharapan agar penggunaan pendekatan visual seperti sketsa semakin diperkuat dalam pengembangan keilmuan geografi di Indonesia. Kapordi Pendidikan Geografi FKIP UMS Yunus Aris Wibowo, S.Pd., M.Sc., juga mengharapkan kuliah umum bisa dilaksanakan secara langsung di Indonesia dan bisa melakukan kegiatan ekskursi sehingga dapat mempraktekan langsung pembuatan sketsa sebagai bagian dari komitmen akademik untuk memperluas wawasan kegeografian mahasiswa dan pendidik dengan pendekatan kreatif dan inovatif.
